Saturday, November 5, 2011

cinta tak bertuan :')

kesepian hati ini
bersamaku membunuh jiwaku
semua daya tlah ku coba
melabuhkan hatiku ini
mampukah aku pahami hatimu
temukan cinta itu

kemana cinta ini
cinta tak bertuan
selalu menghantui
di setiap hidupku


tak kuat raga ini
berdiri menanti
hari demi hari
mencari indahnya cinta


semua daya tlah ku coba
melabuhkan hatiku ini
mampukah aku pahami hatimu
temukan cinta itu

Thursday, November 3, 2011

cerpen : change


Changed
Ini adalah liburan yang luar biasa membosankan. Seperti biasa, aku hanya akan berdiam diri di rumah, dan lagipula aku juga tidak mood untuk bepergian. Akhirnya, setelah berulang kali mama mengomeliku—dan aku baru saja sadar—tentang kamarku yang menyaingi kapal titanic yang karam, aku pun memutuskan untuk membereskan kamar kecil itu. Yah .. selagi liburan ini masih berlangsung agak lama.
Lap? Ready. Kemoceng? Ready. Sapu? Ready. Check!. Aku pun segera beranjak menuju kamar setelah persenjataanku siap. Tempat pertama yang aku datangi adalah rak buku. Secara aku seorang pecinta buku jadi aku ingin tempat yang gue banget itu bersih duluan. Tanganku mulai beraksi membongkar buku-buku yang sudah tidak karuan penempatannya. Aku bersin seribu kali saat aku membersihkan sebuah album foto besar yang mulai diselubungi debu. Entahlah, hidungku ini begitu sensitive dengan debu. Aku melihat album itu lagi. Aku masih ingat, ini album keluarga besarku. Karena album ini menarik perhatianku—dan karena dari dasar aku adalah orang pemalas—aku memilih untuk melihat-lihat album  foto ini sebentar. Tentu saja “sebentar” dalam definisiku sendiri.
Aku membuka halaman pertama album tersebut dan mendapati dua orang gadis kecil yang terlihat begitu akrab. Itu aku dan sepupuku, Lili. Lili satu tahun lebih tua dari aku. Mungkin karena hanya terpaut umur 1 tahun kami menjadi begitu dekat.
Tiba-tiba, benakku memutar masa kecilku bersama Lili. Saat itu Lili sudah mulai bersekolah, TK Kecil. Ia bersekolah di sekolah yang ada di dekat rumah kami (asal kau tahu, rumah kami pun bersebelahan). Karena aku selalu nempel sama dia, saat Lili sekolah pun aku mengikutinya. Di sekolah, Lili memiliki banyak teman yang akhirnya dia juga mengenalkan teman-temannya padaku. Anak ini memang asyik dan pintar berinteraksi. Namun, kadang ia bisa melupakan aku kalau sudah bermain dengan teman-temannya.
Waktu kecil aku sering diejek oleh teman-teman Lili karena tubuhku yang gendut. Teriakan memaki mereka pun masih berbekas di otakku. Pernah, aku sampai menangis karena merasa tak ada yang menghargai aku dan menerima aku yang gendut ini. Kadang terselip rasa iri kepada Lili. Dia tidak pernah diejek seperti aku karna dia tidak segendut aku.
Aku membalik lembar pertama. Kini aku dapati foto saat aku kelas 5 SD dan ia kelas 6 SD. Aku masih ingat kejadian saat aku, adikku, dan Lili bermain ke rumah Yuda, tetangga sekaligus teman dekat kami. Kami sering bermain PS disana karena Yuda memiliki usaha rental PS. And fortunately, berhubung kami dekat dengan keluarga mereka, jadi kami bisa main sepuasnya dengan gratis. Haha!. Saat bermain disana, banyak sekali cowok-cowok yang bermain PS di rumah Yuda, meminta nomor HP Lili. Aku bisa melihat Lili yang kegirangan saat mengetahui ia adalah orang yang menarik. Saat itu pula rasa iriku makin berkembang. Aku menyadari bahwa aku kalah cantik dengan Lili. Aku biasa-biasa saja sementara Lili memiliki aura yang dapat menarik perhatian orang. Sungguh, aku merasa selama ini aku hanya menjadi bayang-bayang Lili. Orang selalu menengok kearahnya tapi tidak padaku. Untunglah, aku bukan orang yang memiliki pemikiran pendek. Aku akui aku sangat iri pada Lili yang  cantik dan menarik, tapi aku tak pernah berpikir untuk membencinya. Maka, sejak saat itu aku bertekad untuk menjadi lebih baik dari Lili dengan usahaku sendiri.
Kini aku telah duduk di bangku kelas 6. Hidupku mulai berubah. Aku tidak gendut lagi seperti dulu, bahkan aku terbilang langsing. Aku juga kini jago basket dan asal kau tahu aku sudah ditembak seorang cowok. Oke, mungkin hanya satu tapi setidaknya itu suatu kemajuan dari keadaanku yang memprihatinkan. Selain itu aku juga sekarang jadi lebih dilirik para cowok.
Tak hanya aku yang berubah, hubunganku dengan Lili pun kini mulai berubah. Aku dan dia sudah tak sedekat dulu. Dia menjadi lebih dekat dengan Yuda. Kupikir mungkin karena mereka sama-sama sudah SMP jadi lebih nyambung. Lili masuk ke sebuah SMP yang tidak begitu bagus. Disitu aku mulai menyadari ternyata aku masih lebih pintar dari Lili.
Kami kembali dekat saat keluarga Yuda pindah ke Pulau Bali karna masalah keluarga yang menurutku fatal. Dan saat kembali mengenal Lili dalam versi SMP, ternyata tak berubah. Ia merupakan cewek popular disekolahnya. Karena ia cantik, selain itu ia adalah mayoret pertama di sekolahnya. Posisi yang identik dengan gadis berparas cantik ini memang sangat diincarnya. And as usuall, she always gets what she wants. Aku juga sering melihatnya bergonta-ganti pacar. Dan inilah yang kunamakan kembali menjadi bayangan.
Aku membalik lagi lembar album itu. Disana tertempel beberapa foto. Aku melihat foto kecil yang memaparkan sosokku dan Lili saat kami memasuki dunia SMP. Dimana kami mulai mengenal cinta monyet dan rona kehidupan SMP lainnya. Aku duduk di bangku kelas 7 sementara Lili kelas 8. Disinilah tercipta sebuah tragedi yang akan membuat hidup kami—Lili—berubah.
Malam itu, Lili bermain ke rumahku, seperti biasa kami akan saling curhat. Lili membolak-balikan majalah remaja yang ditaruhnya diatas tempat tidurku sementara aku sibuk ber-SMS dengan gebetanku. Haha, asal kau tahu. Beranjak SMP aku benar-benar berubah. Aku sudah ditembak belasan cowok dan aku dikenal orang disana-sini sebagai anak basket.
Tiba-tiba aku melihat air mata Lili yang menetes. Aku terkejut melihatnya. “Kamu kenapa?”, tanyaku. Dia tetap diam, tangisnya makin menderu. Awalnya aku berpikir dia habis putus dengan pacarnya, tapi dugaan itu kutampik mengingat yang suka memutuskan hubungan kan biasanya dia.
“Papi selingkuh sama Tante Tia. Aku mergokin sendiri tadi siang”, ucapnya disela tangis. Aku membeku, sungguh aku terkejut. Tante Tia adalah tetangga depan rumah, dan yang benar saja? Selingkuh??.
“jangan bilang siapa-siapa, ya? Ini yang tahu cuma aku. Mami nggak tahu”, pintanya. Aku hanya diam. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana sementara aku tetap tak tega melihat Lili yang menangis pilu. Bayangkan kau menjadi aku!. Aku hanya seorang anak kelas 7 yang masih labil dan belum bisa mengambil solusi yang benar untuk masalah sebesar ini. Sementara melihat orang yang begitu dekat denganmu menanggung fakta ini sendirian padahal ia juga masih terbilang labil.
Aku menghembuskan nafas mengingat saat Lili mengatakan kalimat itu. Karena, sejak saat itu ia menjadi anak yang rusak. Ia jarang dirumah, ia selalu pergi bermain mencari kesenangannya sendiri. Sepertinya aku mengerti jalan pikirannya menjadi seperti itu. Karena pakdhe, karena papinya itu. Dapat kupastikan ia berpikir ‘kalau kamu begitu, kenapa aku nggak boleh?’.
Saat kami telah menjadi siswi SMA, Ia sering keluar malam dan pulang pagi atau berangkat pagi pulang dini hari. Ia sering membolos. Ia pun sering berganti-ganti pacar dengan cowok yang rusak tapi kaya. Itu tadi, kaya. Kini, ia berpacaran dengan cowok bernama Yoka. Aku kenal dengan Yoka karena ia adalah temanku bermain basket. Dia anak seorang pengusaha yang tengah naik daun. Usaha kuliner Jepang milik papa Yoka begitu diminati. Namun, walaupun ia menyandang gelar sebagai anak pengusaha kaya, Yoka tidak bertindak sebagaimana mestinya. Ia cowok nakal, tukang minum, juga perokok dan dia sudah putus sekolah. Mungkin tingkah lakunya ini merupakan efek dari perceraian kedua orangtuanya. Selain itu, Yoka juga sering kasar terhadap Lili. Beberapa kali aku melihat luka cakar dan lebam yang menempel di tubuh Lili. Aku iba melihatnya. Sudah kubilang beberapa kali pada Lili untuk meninggalkan Yoka, tapi Lili terlanjur cinta mati padanya. Huhhh .. ya sudah, aku hanya bisa diam.
Suatu malam, Lili mengajakku pergi ke kost-kostan Yoka untuk mengambil HPnya. Ia memintaku menemaninya karna ia takut ia akan didamprat oleh Yoka nanti. Aku pun mengiyakan karena aku juga mengkhawatirkan Lili. Setelah mendapat ijin dari orangtuaku—yang tentunya dengan sedikit berbohong. Karena aku tidak mungkin bilang akan ke kost-kostan Yoka—aku dan Lili segera menuju ke tempat tujuan. Sampai disana, aku mendapati kost-kostan 2 lantai yang agak gelap dan lumayan sepi. Kami mulai mendekat. Aku dapat melihat dilantai bawah ada teman-teman se-geng Yoka sedang nongkrong. Aku tidak menggubris mereka. Lalu, aku dan Lili meniti tangga untuk menuju kamar kost Yoka.
Aku memandangi Lili yang berjalan pelan didepanku. Ia keliatan sedikit ragu. Tiba-tiba Lili berhenti dan mengetuk pintu salah satu kamar yang sudah pasti kamar Yoka. Pintu terbuka, dan disana telah tertampang sosok Yoka yang berantakan dan terlihat habis minum. Jantungku berderap lebih kencang. May it gonna be okay ..
“Kenapa?”, ucap Yoka parau.
“Emm .. Aku mau ambil HP aku”, jawab Lili dengan suara yang begitu pelan. Mungkin hampir tak terdengar. Yoka diam. Tak ada reaksi. Ia pun membalikan badan memasuki kamar. Sekembalinya, Yoka telah membawa handphone Lili dalam genggamannya. Aku merasa sedikit lega karena ternyata Yoka malam ini tidak melukai Lili.
“Lo mau ini?”, tanya Yoka sambil mendekatkan HP Lili ke wajah gadis itu. Lili hanya mengangguk pelan. Perasaanku tidak enak, pasti akan terjadi sesuatu..
Ppprraanngggg!!!.
“makan tuh HP lo!”, serunya setelah ia menjatuhkan HP Lili ke lantai bawah denga kasar. Lili hanya bisa diam dan menangis. Ia baru saja akan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi tangan Yoka lebih cepat. Yoka menampar Lili dan membuat tangisnya makin jadi. Aku tak berkutik. Serba salah!. Aku takut kalau aku bertindak sesuatu, itu malah makin mencelakakan Lili.
Tiba-tiba, Yoka menyeret Lili memasuki kamarnya dan membanting pintu itu keras-keras. Tinggal aku sendirian disana. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya bisa diam. Aku menunggu beberapa waktu di koridor kost-kostan tersebut dan tak ada suara apa pun yang terdengar dari dalam kamar. Aku mulai gelisah. Ada apa ini?. Diam-diam, aku mengintip melalui jendela kamar Yoka. Dan aku benar-benar terkejut dengan penglihatanku!. Menjijikan!. Aku melihat mereka berciuman dengan penuh hasrat. Dan melakukan cara pacaran yang begitu kotor. Aku bergegas membuka pintu tersebut namun pintu itu terkunci. Aku memukul-mukul jendela dan pintu kamar namun mereka tak menggubrisnya. Aku menghembuskan nafas. Rasanya percuma kalau begini!. Aku bergegas menuruni tangga. Dan begitu muaknya aku, saat melihat teman-teman se-geng Yoka juga melakukan hal kotor yang sama. Iiiuucchh~
Setelah beberapa lama aku menunggu Lili ditempat parkiran, akhirnya ia datang juga. Aku menatapinya dengan perasaan campur aduk. Kesal, kasihan, dan sedih.
“Aku tadi liat apa yang kamu lakuin sama Yoka di kamar”
Lili membuang nafas. “itu udah biasa”, jawabnya singkat.
“tapi itu namanya pelecehan!”, seruku. Tapi Lili hanya diam kemudian menyalakan motor dan mengisyaratkanku untuk duduk di bangku belakang.
©
Sepulangnya dari kost Yoka entah kenapa papa dan mama jadi marah-marah sendiri karna aku pergi main bareng Lili. Aku heran. Banget. Ucapku,”katanya nggak boleh mbeda-mbedain sodara? Kenapa aku nggak boleh main sama Lili??”. Aneh. Lili sudah dekat denganku sejak kecil dan garis bawahi, ya! Dia sepupu dekatku!. Namun, orang tuaku hanya diam saat aku menanyakannya.
Selama beberapa hari aku ngambek pada ortu karna masalah kemarin. Aku masih nggak mengerti kenapa mereka jadi begitu berubah. Namun semua terungkap saat orangtuaku menceritakan sebuah fakta. Lili pernah hamil dengan Yoka. Janinnya telah memasuki usia 3 bulan. Dan ternyata pula Lili telah melakukan aborsi karnanya. Aku hanya bisa ternganga mendengarnya. Saat itu, aku sadar. Orangtua akan selalu menjaga kita walau cara mereka kadang aneh dan membuat kita salah mengerti. Sejak itu pula, aku mulai menjaga jarak dengan Lili. Aku tetap mendengarkan ceritanya, hanya saja aku mengurangi bermain dengannya.
Day after day. Month after month. Year after year. Sampailah aku di suatu malam yang kelam. Malam itu, aku mendengar suara ribut-ribut dari luar rumahku. Ternyata itu berasal dari rumah Lili. Papaku bergegas menuju kesana namun aku, adik dan mama sadar diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini. Aku tak bisa menangkap apa yang terjadi diluar sana. Aku hanya mendengar suara hantaman keras, jeritan, tangis dan berbagai kata umpatan dari seseorang.
Beberapa jam kemudian, papa telah kembali dengan ekspresi yang tidak dapat ditebak. Beliau pun mengumpulkan kami sekeluarga dan menjelaskan semuanya.
“Lili tepaksa sekolahnya gagal. Dia hamil 7 bulan. Ini tadi Yoka dan orangtuanya udah dateng buat ngelamar dia. Mau nggak mau, dia harus menikah. Karna nggak mungkin lagi aborsi. Dia udah membunuh satu anak dulu, dan nggak mungkin hal itu dilakukan lagi”.
Badanku membeku saat mendengar penuturan papa. Inilah klimaksnya. Inilah akibat dari semuanya. Inilah balasan atas semua perilaku yang sudah diperbuat. Dan inilah yang membuat semuanya berbeda. It’s changed ..
©
25 Agustus 2011.
Hari ini aku berada di pesta pernikahan Yoka dan Lili. Aku bergegas menuju pelaminan mereka untuk bersalaman. Entah apa yang kurasakan saat aku melihat rona bahagia di wajah Lili. Haha. Buatku, ia gila saking cinta matinya pada Yoka. Tapi, biarlah. Asalkan ia bahagia, mungkin itu cukup. Ya, aku bisa melihatnya. Ia bahagia. Dengan Yoka maupun dengan the little boo-boo dalam kandungannya.
“Selamat berbahagia ya, Li”, ucapku sambil tersenyum dan memeluknya.


Galuh Widyastuti.

keep reading ^^

Tuesday, November 1, 2011

cukup 5 tahun kan? :)

tak mungkin menyalahkan waktu
tak mungkin menyalahkan keadaan
kau datang di saat membutuhkanmu
dari masalah hidupku bersamanya

reff:
semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku
tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
kita tak mungkin trus bersama

satu saat nanti kau kan dapatkan
seorang yang akan dampingi hidupmu
biarkan ini menjadi kenangan
dua hati yang tak pernah menyatu

maafkan aku yang membiarkanmu
masuk ke dalam hidupku ini
maafkan aku yang harus melepasmu
walau ku tak ingin

kakak gue lagi galau dan dia jadi sering nyetel lagu ini. otomatis gue akhirnya ikut ndengerin. dan setelah gue cermati liriknya. ini lagu jlebbbbb banget men (o.o!!) apa lagi di reff-nya. yes, semakin gue syg elo semakin gue harus lepas. because of what?? karena dunia kita aja udah beda. bener .. kita itu "dua hati yang tak pernah menyatu". tapi gue gak bakalan segalau di lagu ini (lagi). wkwk. gue harus move on!! :D sudah cukup 5 tahun ini, sayang :*

btw, akhir2 ini kamu balik ya? :) where you've been? baru balik sekarang wkwk kok nggak pernah nyamperin aku ? huh? kamu balik tapi nggak nyamperin aku ? do you know how much i miss u right now? :D hihi terserah sih .. ak juga udah terbiasa dengan kamu yg kayak gitu. i still waiting for you. in this case, nunggu kamu nyamperin aku njelasin semua then kamu boleh ninggalin aku lagi. sementara itu aku bakal lanjutin nungguku buat cari 'kamu' yang lain :) oke ? aku tau kamu nggak akan pernah ngecewain aku. that's really you, isn't it?

bad mood made a bad play then

kemaren gue maen di LAB cup. kita lawan stela. and we had a very very bad play. we just got 20 score. 20-5. imagine it ! ><" this was the first time we got score under 25. what the hell!. gue nggak tau kenapa. yang jelas gue juga turut maen sangat-sangat jelek. mungkin gue bad mood. maybe .. coz i realized that i always said harsh word every a little time. hari ini jam 10.30 gue bakal lawan negri 1. and lol~ gue sampe sekarang belum ada semangat2nya. c' on GIE !!!! :O huaaaa cheer up !! :s
oke .. gue yakin gue bisa :DD oke? oke!. oke? oke. oke gue galau -________-
wkwk :D

btw, kmaren tmn gue bilang kalo dia liat rio. rio nonton gue. well dia emg sejenis sama gue => makhluk aneh yang bisa melihat sesuatu yg belum tentu bisa dilihat orang lain. but she's luckier than me. karna dia bisa liat dan ngrasain rio. i cant. dan lucunya ad someone yg bikin gue keki. sok ngaku2. kalo pun yg elo bilang itu bener gue juga nggak percaya sama elo. just listen to me, guy : gue nggak suka elo jadiin rio bahan kebohonganmu. aku udah isa liat dari lama bad attitude-mu. itu yang bikin aku males sama kamu. so jgn salahin gue kalo gue sengak sama lo. itu yg pantes gue lakuin. gue nggak bisa terus jadi pemaaf. karepmu meh ngomong aku mutungan po piye. aku pancen sensi .. huh :o yeahh .. liat o dewe we lah.

Saturday, October 29, 2011

tulisanku di HP chelsea :D

Hallo .. aku galuh. umurku 14 tahun. orangtuaku ada 2. yang satu mama yang 1 papa. mama bernama ibu tyas papa bernama E.Wien. aku punya kakak yang nyebelin namanya tika. dia sejenis mbak-mbak galau. kebelet pipis galau milih kamar mandi yang mana. pake baju, galau pake yang mana. aku heran kenapa yang namanya mendekati kata galau itu aku, bukan kakak. mungkin benar apa kata orang kalo nama itu doa. berarti ortuku ndoain aku biar nggak galau kayak kakakku :) alhamdulillah yah ..
aku sekolah di lab. guru2 disini aneh2 semua. kepsekku kumiss udah kayak sapu ditempelin di mulut. mungkin itu jimatnya. gue juga nggak ngerti. guru math gue botak, sejenis aang di avatar cuma ini udah tua dan rada jayus walo exactly he's so well. ada lagi guru ekonomi gue. berotak rusuh, berambut neon plus gigi palsu. kalo ketawa selalu nutupin giginya. walo guru ekop, dia kalo ngajar apa2 dikit selalu dikaitin sama megawati. adalagi guru geo gue yang nggak sadar umur. mentel dan sebentuk dengan dora. juga guru sejarah gue yang mutungan dan aneh mampus. rambutnya bentuk jamur gitu. yah mungkin menyesuaikan dengan pelajaran primitifnya. gue nggak bayangin dia ntar kayak freinkenstein apalah itu makhluk primitif. gue nggak ngerti. ada juga guru bahasa jawa gue. gue suka panggil dia infrared. karna mulut merah merona mekarnya yang persis banget infrared. guru biologi senior. berbentuk bulat, besar, gendut dan keramat. so, we called her ndog jin. guru biologi junior merangkap laoshi mandarin, ni guru gokil men. tapi suka nggosip,ampe2 marmut kawin aja digosipin -- guru tik gue. sebenernya asik, tapi keliatannya ni guru hampir setipe sama kakak gue. galau, alay, lebay, melambai, marayap dan melata. bikin gue merana. menurut gue dia guru paling kontroversial di lab school. ad juga guru baru. guru bahasa indonesia junior. berbalik ke guru bi senior yang bijak dan sugih, ni guru anehnya minta ampun. suka melototin org, sensian, dan mesum juga genit -- udah gitu sepatu pake diukir segala lagi. enggak beudth. nyusul guru english gue. ad 2. yang 1 orgnya kalem banget. bagaikan tak berdosa. yang 1 org e mentel, cantik sih asik kok. ad juga guru bk gue, yg rusuh, tmn nggosipnya si guru gosip marmut. juga guru pkn gue yang kalo ngajar berapi-api banget sampe kelas gue rasanya panas begete #secara kipas anginnya modyar -- ada lagi guru agama gue yang pernah misuh, jayus tapi nikin ngakak dan gampang bgt diakali -- huakakka. juga guru olahraga gue yang terobsesi banget sama yang namanya voli. dia juga sering mengkaitkan mslh hati sama olahraga. gue nggak tau men. mungkin dia lagi mslh sm istri dan dia nggak boleh plg trs dia stress dia olahraga. ketemu kita2 dan marah2 ke kita gitu deh -- maaf nak saya galau, katanya. iya pak saya ngerti kok kakak saya juga galau. so kesimpulannya, walo gue bukan orang galau tapi hidup gue dikelilingi oleh org2 galau yang akhirnya membuat gue galau. itu kesimpulannya, intinya : gue galau man!. makanya gue nulis2 beginian -_____________-

Thursday, October 27, 2011

maaf Tuhan :( gie nyesel

hi my father :'|
gie mau minta maaf sama Tuhan. akhir2 ini aku jadi lebih jauh sama Tuhan. sampe2 kalo malem aku jadi lupa doa dan curhat sama Tuhan. begitu banyak kegiatan dan itu membuatku menjadikannya sebagai alasan. seharusnya enggak. capek, emang iya itu yang aku rasain. capek banget!. tapi nggak sepantesnya itu jadi alesan. aku memang capek, tapi aku bisa apa-apa kayak sekarang ini juga karena Tuhan. aku tau Tuhan negur aku. dan ayah, gie menyesal :( please accept my apologize
aku selalu minta ke Tuhan agar semua yang aku lakuin lancar, tapi aku nggak pernah bales apa-apa ke Tuhan. :( maaf ... aku cuma isa ngomong maaf Tuhan. juga terimakasih udah ngingetin aku. seenggaknya aku bersyukur masih punya hati yang bisa diingetin. aku bakal berusaha bagi waktu. buat duniaku, temen-temen, keluarga, dan mengembalikan waktuku lagi buat Tuhan :)

Wednesday, October 26, 2011

practice makes perfect, perfect makes tired

hai cuyungggg :* lama ak gak cerita d blog. akhir2 ni hidup gue penuh dengan kata PRACTICE. entah itu latian dance basket atau band. and practice (baca: praktis) bikin gue cuapeeeekkkknya bukan main. ampe badan penuh luka tusuk, upil nggantung-nggantung, tangan ama kaki gue kepisah, dan gue jadi jarang boker. kering deh jamban ..
seminggu ini gue paling full latian dance. yuhuuu .. event numpuk2. ngisi bulan bahasa, next ada lomba teresiana and event LAB cup. untuk LC gue nggak ikt karna nggak boleh ndobel basket sama dance. gue perform bulan bhs bsk jumat. dan sampe tadi gue dkk harus kejar koreonya mas tito!! ><" yakowohhhh .. capek gila. tapi gue isa ngerti mas to lbh capek. udah ngelatih kita pah-poh gitu. gue yakin dalam hati dia asah piau men -___- wkwk. ampun mas! anak didikmu bego @@"  padahal nih ya gerakannya udh d bikinin sesimpel mungkin. tapi gue rasa emang kitanya yang inallilahi o.o

disisi lain gue juga harus latian basket buat LC. bayangin aja kemaren selasa gue abis latian dance sekitar 3 jam then gue ngibrit lari latian basket kalo nggak salah 2 ato 1 stengah jam. makkkk .. anakmu awak e entek iki. :s

hari ini gue sempat latian band. gue nge-drum, as usuall. untungnya gue cuma bawain satu lagu, rohani lagi. jadi ya gampang. tapi buat gue nggak gampang men -___- udah lama gak megang drum ini O.O" mati lehhhh .. yah walo latian, tapi lat drum e gak capek2 bgt kok :D untung e tempo e gak patek cepet. alhamdullilah yah .. :)

blog, sebenernya gue bingung mo cerita apa lagi. so just wish me luck :) semoga semua lancar. perform lancar, LC teresiana lancar juga LMCR  LANCAR!!! AMIN :D